Malang merupakan kota di Jawa Timur, yang terletak berdekatan dengan kabupaten kediri, blitar, pasuruan, lumajang, jombang. Kota Malang selalu dikenal sebagai kota Dingin dan kota Pelajar, istilah itu melekat pada masyarakat Jawa Timur. Banyak nya Universitas disana, tentu menambah kesan bagi para mahasiswa nya. Selain itu Malang memiliki nama lain yaitu Arema yang berarti Arek Malang.

Diantara Gunung Kawi, Gunung Butak, Gunung Arjuna, Gunung Semeru tentu membuat bumi arema ini dikenal sebagai kota pariwisata nya. Banyak nya Hutan dan Pegunungan, membuat bumi arema ini memiliki banyak destinasi wisata yang mempesona.

Kali ini saya ingin memberikan informasi seputar travelers di Bumi Arema ;

1. Coban Parang Tejo

Coban Parang Tejo, merupakan air terjun, terletak didesa Princi Gading Kulon, Kec. Dau, Kabupaten Malang Malang.

Dusun Princi, di mana Coban Parang Tejo berada, akan lebih mudah diakses menggunakan kendaraan roda dua. Tapi bila Dolaners merasa cukup mahir mengemudikan mobil, silakan saja. Asal jangan memaksakan mengendarainya saat ruas jalan sudah tak memungkinkan lagi, dan bersiap jalan kaki lebih jauh. Tapi jangan kuatir, karena suasana asrinya Dusun Princi, jalan kaki dalam udara yang sejuk takkan terasa melelahkan.

Dari Kota Malang, kamu bisa tiba di Coban Parang Tejo dalam waktu kurang dari sejam, sekitar 45 menit saja, untuk jarak sekitar 20 kilometer. Bila Dolaners berangkat dari kawasan Dieng atau Universitas Merdeka Malang, lanjutkan perjalan terus melewati Perumahan Dieng, terus menuju Petungsewu dan Tegalweru. Belok kiri di Dukuh Sempu, Dolaners sudah tiba di Desa Gading Kulon. Bila Dolaners mengambil rute ke arah Kota Batu, belok kiri di pertigaan lampu merah Sengkaling, belok kiri di perempatan Semanding, melewati asrama putri Arrohmah, lurus di Dukuh Sempu, kamu sudah tiba di Desa Gading Kulon. Lokasi Coban Parang Tejo memang cukup mblusuk, jadi jangan segan bertanya arah pada warga Malang dari pada kamu menghabiskan waktu dalam perjalanan.

Tiket Masuk: Rp 15.000
Parkir Motor: Rp 3.000

2. Sumber Pitu Pujon

Coban Sumber Pitu di Pujon bisa dikatakan sebagai menu utama dalam sajian alam yang tersaji. Menawarkan benteng tebing berkarakter khas sebagai penggambaran kokohnya perlindungan alam.

Hijau adalah warna yang mendominasi, melalui tetumbuhan yang mencoba menyelimuti kekokohan tebing itu. Warna hijau alam yang dikombinasikan dengan karakter keras bebatuan tebing, semakin cantik dengan garis-garis air yang jatuh dari celah-celahnya.

Fasilitas Air Terjun Sumber Pitu bisa ditemukan di pintu masuk sebagai tempat loket wisata. Di sinilah pengunjung bisa menemukan beberapa warung dan toilet. Di tempat ini pula, ada lahan cukup lapang sebagai tempat parkir.

Apabila memarkir kendaraan di sini, membutuhkan waktu 30 menitan untuk sampai di tempat parkir selanjutnya. Perlu diketahui, lahan parkir di bagian atas hanya bisa dicapai ketika kondisi jalan memungkinkan.

Tiket Masuk :  Rp. 10.000
Parkir Roda 2 : Rp. 5.000
Baca Juga : 7 Olahraga Outdoor Yang Perlu Kamu Tahu

3. Coban Sewu

Panorama yang dihasilkan oleh wisata air terjun Coban Sewu Pujon yang terletak di dua kabupaten yakni Lumajang dan Malang memang menakjubkan. Tanaman hijau merambat serta bebatuan sedimen di tebing air terjun, menjadi dekorasi alam menyegarkan mata. Wisata Coban termasuk kategori wisata fotoable sehingga wajar bila keindahan dari air terjun ini kerap menjadi viral di berbagai media sosial.

Memang perjalanan menuju lokasi wisata Coban Sewu Semeru Malang ini terkenal bisa membuat senam jantung. Pada sebagian tangganya memang terlampau landai, namun pada sebagian dinding terlihat tegak. Bila seperti itu maka rekomendasi berpegangan kedua tangan pada tali dengan posisi badan menghadap ke dinding tebing. Lebih bahayanya kondisi tangga tersebut hanya dapat digunakan satu orang saja, naik saja atau turun saja. Namun ada beberapa titik pada anak tangga terdapat ruang, dapat digunakan berpapasan dengan pengunjung lain yang hendak naik atau turun.

Ketika sesampai di dasar tebing, maka perjuangan belum berakhir sampai disitu saja, melainkan pengunjung harus menyusuri sungai serta melawan arus sungai. Bebatuan di sungai tersebut memang tak terlalu licin, namun arus sungai tersebut tergolong deras dan berbahaya. Setelah melalui berbagai rintangan tersebut, maka kawan pun akan melihat pemandangan menakjubkan Coban Tumpak Sewu Semeru membentang gagah dihadapan mata.

2 comments

Tinggalkan Balasan