Si Jajang Anak Kampus

0
66
Sumber : Editor Rifkipedia.com

Pada dasarnya hidup adalah pertingkaian masyrakat hingga menjadi tata kelola yang baik. Ada sejumlah orang diantara nya si Ujang yang menurutnya sesosok manusia teoritis. Pada waktu itu dimana dia lagi menikmati kopi disebuah warung, aku datang pada nya dan mengajaknya berdiskusi santai.

Kali ini aku hanya mengajaknya membahas Korupsi dan kepemimpinan. Selang beberapa saat seketika usai meneguk secangkir kopi, kami pun langsung memulai pembicaraan yang teramat santai.

Dengan lantang dan bangga si Ujang berbicara “Korupsi adalah bentuk model kapitalistik yang tersistematis dalam relasi kapital” Ujang mengatakan itu dengan dasar pemahaman ekonomi politik marxisme.

Lanjut dia mengatakan “Seorang abdi kuasa atau pemimpin, memiliki kendali penuh atas setiap individu yang akan dia hendaki, dan perlu diingat mereka yang bermain dalam situasi genting seperti sekarang ini” Ujang mengatakan hal yang memiliki kecenderungan kepada dinamika sosial.

Lanjut aku dengan prespektif kapital individu “Korupsi hanya tenaga modal dalam peluang usaha, meski yang hendak dikorupsi adalah uang Negara itu wujud dari kendaraan bisnis” ungkap aku yang merujuk kepada tinjauan pedoman ekonomi partai politik Indonesia.

Tak lama kemudian, ujang mengatakan “percuma kau pakai teori kapitalistik itu hal yang mustahil, sedangkan teori marxisme adalah yang paling benar” Dengan bangga ujang mengatakan kepada aku yang sedang meneguk kopi.

Sontak kaget dengan perkataan ujang yang sangat meninjau diri sendiri untuk memperlihatkan egoismenya. Tapi tidak sekedar ego melainkan ini kepada suatu kaum tertentu ya rasialisme dalam definisinya.

Entah kenapa tapi ini bukan perkara pidana atau skala besar, akan tetapi ini berkaitan dengan cara berfikir orang pada umum nya secara berkelanjutan. Yup, si ujang pinter orangnya, tetapi dia tidak melihat orang lain.

Sekian dari saya, si ujang merupakan nama samaran. Sedikit cerita dari saya semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan