Puisi Edisi November oleh Muhammad Rifki Kurniawan

Bawah Arus Disana ada priamencintai kehidupandiantara tong sampahduantara bu kota Terletak hati pada manusiayang mengemisyang merana dipojokan terimnalyang tersiksa dalan jam kerja Ia setiap hari melihatia setiap hari membantudengan gagah beranimelebihi tentara negeri Ia bawa makanania berikan satu persatuia berikan apa itu kasihia berikan cinta atas manusia Pejuang…

Tentang Hari Terakhir dan November

Terpaku kesedihan, air mata dan wajah yang muram. Hari-hari itu cepat sekali berlalu. Dari bersua bersama, debat hingga saling membenci satu sama lain. Kita terpisah soal waktu dan tanggung jawab. Kata hati sudah hanyut dalam kenangan, kemarin dan sepanjang waktu bersama. Dilingkaran pers mahasiswa, sebagai Pemimpin Umum, LPM…

Puisi | Edisi Oktober oleh M Rifki Kurniawan

Pejalan trotoar Berpijak kaki dibawah langit birudengan semua lara yang berada ditanamenekan tanpa spasi ia sangat kejitak tahu diri apa yang menjadi inti Namun kaki ini tetap bersahabatdengan semua dengki, ia punya nuranitanpa seragam tanpa barisania berlari dengan kebenaran dunia Suatu ketika kaki ini menjadi dukaia diseret dipukul…
Sawah di Tuban Jawa Timur

Dingin Malam, Senandung Harapan

Dingin malam musim kemarau berkepanjangan dipenghujung bulan july sampai September, dan dingin kemarau tak kunjung sampai musim hujan. Hari ini terasa panas dengan setiap sinar mentari maupun angin. Waktu sudah bulat akibat pandemi datang tak permisi. Dan akhirnya kau yang pernah singgah dalam siasatku pergi begitu saja. Memang…
Kampus : Cerita di Semester 3

Kampus : Cerita di Semester 3

Musim hujan telah berganti kepada musim kemarau. Gema semarak kemerdekaan telah usai. Memasuki jenjang baru dengan harapan baru. Kini aku telah berpaling dari semester dua, dan sekarang aku memasuki semester 3. Dengan tekad yang membara dan fikiran yang telah siap memgempur setiap dinamika kampus. Aku sangat percaya diri.…
1 2 3