Dibalik Krudung mu

0
49
Dibalik Krudung mu
Sumber Gambar : Editor Rifkipedia.com | Dibalik Krudung mu

Tahun lalu aku mengalami banyak hal terutama soal perasaan hati yang tak stabil naik dan turun seperti sakit demam. Dan disemester lalu aku mengenal sesosok perempuan yang cantik, anggun, bagai sesosok intan dunia. Akan tetapi diri ku ini belum pernah berjumpa dengan nya apalagi bicara.

Jujur ku akui akan ketidak beranian ku bertatapan langsung kepada perempuan yang baru ku kenal. Emang aku ini tidak seperti lelaki pada umum nya yang gercep dan lincah ketika ada perempuan.

Disuatu hari saat gemuruh demontrasi yang mulai bergejolak, ku kira hanya aku yang berkata kata “kemana mahasiswa !
” melainkan dia juga berkata serupa.

Menjelang hari dan air sungai mulai surut pertanda musim panas akan tiba di bulan depan nanti. Dihari baik bulan baik, kamu menuliskan esai untuk dilombakan dan kamu kirimkan tulisan mu kepada ku, waktu itu. Aku menerima tulisan mu dengan suka cita, dan ku coba merubah beberapa kata untuk kamu siapkan dalam perlombaan tulisan esai dikampus.

Aku mungkin terlalu naif kepada diriku yang selalu menghindar untuk hadir pada kehadiran mu. Memang keadaan ku tidak seperti angan-angan mu, namun kemarin aku bercerita padamu soal nasib yang berbeda dengan nasibmu. Kamu tahu soal itu dan aku juga tahu. Dimana kita sama-sama tahu akan hal itu. Akan tetapi waktu telah menjawab itu, dan kau merasa hanya begini-begini saja, tentang aku.

Disuatu ketika kau mengenalnya tapi aku tak apa soal cinta kita belum menemukan diantaranya. Aku selalu mendengar mu, menerima mu, walau kamu sendiri yang telah banyak mencabik ku, melukai ku tanpa kamu sadari. Memang hidup ini pilihan, antara jadi baik atau jadi jahat. Tapi aku terlahir didesa yang ramah, yang berkemanusiaan, tak ada ajaran yang akan mengajari jahat, tapi ku didess selalu diajarkan kebaikan, cinta, welas asih.

Memang banyak yang terlewati, aku menerima kamu seperti aku menerima nasib ku, dan untuk mu yang ragu tentang aku, bersabarlah, jika dunia hanya menjadi tujuan mu, sebaliknya dengan fikiran mu.

Ingatlah kamu, yang disana, yang gampang nangis, gampang jatuh, ingatlah dalam hati yang dalam bahwa, aku mencintai mu tak terlepas ruang dan waktu.

Tinggalkan Balasan