GUNUNG ARGOPURO : SINGGAH SEMENTARA

0
52
Fotografer : Muhammad Rifki Kurniawan

Awal  tahun 2020 tepatnya bulan januari lalu, saya memulai perjalanan baru di sebuah Gunung yang bernama Argopuro. Hal yang paling melekat ditelinga banyak orang tentang Gunung Argopuro ialah jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa. Memang dengan jargon jalur terpanjang bukanlah hal yang biasa, melainkan luarbisa, sebagaimana untuk mendaki gunung ini dibutuhkan waktu yang relatif lama, juga membutuhkan pengetahuan yang cukup.

Soal Pendakian, saya bersama 5 orang kawan dari kota malang berencana mengunjungi Gunung Argopuro. Berawal dari ketemu di warung kopi, pada saat itu juga saya pun memulai pembicaraan mengenai pendakian selanjutnya.

Mengejutkan, kawan saya mengajak saya juga kawan lainnya untuk melakukan pendakian di Gunung Argopuro. Seminggu kemudian, saya memulai persiapan sebelum berangkat dikemudian hari. DIhari itu juga, saya melakukan konsolidasi dengan kelima kawan yang akan melakukan pendakian bersama di gunung argopuro.

Dokumentasi Pendakian Gunung Argopuro

Esok pun tiba, saya diberitahu kawan saya untuk berkumpul diterminal arjosari setelah sholat ashar jam 15 : 00 WIB. Saya tak banyak basa-basi, langsung ambil tas, sepatu, logistik, terus tancap gas menuju terminal Arjosari Malang.

Sore itu lah, kami berkumpul tetapi sedikit lama dikarenakan ada kemoloran waktu karena beberapa kawan saya mengalami kemacetan di jalan raya pada saat perjalanan menuju terminal.

Waktu malam tiba, pukul 18 : 00 WIB. Kami pun berangkat menuju terminal probolinggo. Menaiki bus yang cukup mewah (PATAS) dengan tariff biasa, akhirnya pada pukul 19 : 00 WIB. Kami pun sampai di terminal Probolinggo.

Tak menunggu lama, kami langsung tancap gas menuju Besuki, Kab Situbondo, dengan menaiki bus arah banyuwangi.

Kurang lebih 2 jam perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami pun sampai di Besuki. Berhenti sejenak untuk menikamati rokok, juga menikmati kopi. Akhirnya mobil yang kami sewa untuk menuju basecham pendakian Banderan Argopuro pun sampai.

Total estimasi perjalanan Malang ke Basecham Banderan Argopuro :

– Terminal Arjosari ke Arah Probolinggo : 2 Jam
– Probolinggo ke Arah Besuki-Situbondo : 2Jam
  Total : 4 Jam Perjalanan

Jalur Pendakian Gunung Argopuro :

 – Jalur Baderan Situbondo
 – Jalur Bremi Probolinggo

Hari Pertama

Perjalanan saya dari basecham Baderan cukup santai, dari basecham menuju Pos Mata Air 1 hanya 4jam perjalanan. Setelah itu saya pun melanjutkan ke Pos Mata Air 2 hanya 2jam perjalanan. Sesampainya di Pos Mata Air 2, saya pun langsung mendirikan tempat camp sementara untuk beristirahat dan menlanjutkan perjalanan di esok hari.

Hari Kedua

Setelah bangun tidur, pemanasan badan dan memasak makanan, setelah itu kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan. Setelah beberapa saat persiapan kami sudah siap untuk melanjutkan perjalanan ke Pos Cikasur.  Jarak Pos Mata Air 2 ke Cikasur lumayan lama, kurang lebih 5jam perjalanan dengan medan trek yang menanjak sekaligus menuruni bukit.

Sesampainya dipos Cikasur, kami pun bergegas mandi di sungai kalbu (nama sungai yang terletak dicikasur). Setelah mandi, kami mengambil selada air yang terletak di Sungai Kalbu.

Hari Ketiga

Dari Pos Cikasur kami menuju puncak Argopuro. Namun dalam perjalanan kami melewati beberapa medan, antara lain Pos Cisentor, Pos Rawa Embik. Perjalanan ke Arah Puncak Cukup lama yaitu 8 Jam perjalanan. Setelah beberapa lama perjalanan kami pun rehat dipuncak sementara.

Hari Keempat

Dari puncak kami pun bergegas turun, bersiap untuk menuju Pos Taman Hidup. Perjalanan ke Arah Pos Taman Hidup terbilang sangat lama dan ekstream. Mengharuskan melewati punggungan bukit, melipir bahkan curam sekali. Waktu dari Puncak ke Arah Pos Taman Hidup yaitu 6jam Perjalanan.

Hari Kelima

Taman hidup memberikan kesan baru, menikmati indahnya pemandangan walau sementara, pukul 12 : 00 WIB. Disiang hari kami tak berlama-lama lagi, langsung angkat tas, buang rokok, dan berangkat ke Arah Basecham Bremi. Perjalanan ke Arah Basecham Bremi kurang lebih 3jam perjalanan.


Tinggalkan Balasan