Hidup adalah Perjuangan

0
44

Hidup adalah perjuangan, begitu yang diperlihatkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai orang beriman hendaklah kamu mengayomi kaum fakir dan miskin, (HR : Bukhari).

Setelah kekuasaan islam runtuh, dan memasuki pengkuasaan kapitalisme, sesungguhnya dunia ini telah mencapai titik akhirnya. Mau percaya atau tidak, di-era kapitalisme global seperti sekarang tak banyak dan jarang ditemui akan orang kaya yang mau berkolektif kepada warga yang membutuhkan, malah sebaliknya orang kaya menyuruh warga untuk bekerja namun dia tidak memiliki kemampuan kerja lantaran ia tidak bersekolah.

Didesa memang tidak seperti di kota, sebagaimana di desa sangat terpencil dan jauh untuk menuju tempat lainnya. Begitu dengan penduduk desa, yang rata-rata sangat sederhana dan enggan terbelit-belit untuk hidup,

Akan tetapi, banyak sekali hal yang memilukan yang terjadi didesa, seperti pajak tanah untuk para petingginya, juga tak banyak orang memiliki lahan pertanian sendiri, dan harus bekerja pada orang.

Banyak sekali kasus, terutama korupsi yang tidak dikemukakan dipublik, tentang anggaran daerah maupun pendapatan pajak desa, dll. Pemerintah pusat mungkin tak tahu hal ini. Kasus-kasus jual beli lahan ilegal, menjadi penyakit umum bagi sekelompok cukong didesa.

Sekelompok petani, terkadang mengeluh ‘kenapa nasib selalu seperti ini’ ada juga yang protes ”jika hanya beberapa rupiah dari hasil panen, maka kami juga harus mendapatkan yang besar pula”.

Baca juga :
Aku Tak Tahu Harus Berbuat Apa

Sangat miris seperti zaman feodalisme, dengan perbudakannya yang menggantungkan pada komoditas keluarga dipaksa untuk menghasilkan produksi yang bagus, dibandingkan mendapatkan hak yang layak.

Sebagai kaum beriman, janganlah kita melalaikan saudara-saudara se-iman, harusnya kita saling bersolidaritas untuk menyokong perekonomian warga setempat. Karena dalam islam, kita sudah diajarkan untuk Zakat dan Infaq, namun ajaran itu tidak hanya refleksi semata (Pada saat ramadhan saja) akan tetapi ajaran itu berlaku seketika kita masih hidup.

Hidup seorang mukmin, jelas mencontoh hidup Nabi Muhammad SAW, dengan hukum islamnya yaitu ‘sunah’. Tentu ini bukan lah hal yang keliru, malah menjadikan hal yang lurus menuju ridho ALLAH.

Dunia ini sudah berubah jauh dari apa yang kamu fikirkan, soal kerja dan makan. Hidup itu perjuangan, seorang mukmin harus selalu optimis seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, man jadda wajada yang berarti siapa yang bersungguh maka ia akan menemukan atau siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan dapat.

Disisi lain, sebagai mukmin harus tetap ikthiar dan istiqomah, karena nasib ditentukan oleh manusia nya, jika ada yang mungkar dan munafik, maka perjuangan atas nama kebenaran harus dikemukakan.

Inna solati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, Lillahirabbil alamin
Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kerana Allah, Tuhan seluruh alam..

Tinggalkan Balasan