Mendaki gunung, istilah ini sangat nyetrik dikalangan masyrakat Indonesia. Terutama kala sedang liburan, biasanya para masyarakat dari kota maupun desa menyempatkan mendaki gunung. Sebuah transformasi teknologi sudah membuat banyak perubahan, seperti gambar yang memuat view keindahan pendakian gunung di Indonesia.

Lonjakan jumlah pendaki semakin tahun, semakin cepat secara dratis. Bahkan pada hari libur nasional pendakian bisa mencapai 1000 orang per-harinya, hingga seluruh gunung penuh akan pendaki. Persoalan jumlah pendaki yang meningkat ini tidak seimbang dengan kompetensi pengetahuan alam bebas.

Baca Juga : 7 Olahraga Outdoor Yang Perlu Kamu Tahu

Melihat dari waktu ke waktu, dari tahun 2010 sampai 2020, selama satu dekade ini telah banyak pendaki yang meninggal dan hilang di alam bebas. Itu semua karena Faktor kompetensi pengetahuan yang tidak cukup, juga tidak banyak pendaki yang paham teknis lapangan. Beberapa faktor itulah yang sering kali berdampak kepada kegiatan mendaki Gunung.

Jika anda akan melakukan pendakian saat Hari Libur Nasional  hendak difikirkan kembali ;

1. Pendakian Macet

Sumber Gambar : Wonosoboekspres

Saat hari libur, seluruh gunung akan menjadi pasar dengan ramainya pendaki yang datang seketika itu juga. Kemacetan ini tentu bukanlah hal yang biasa, melainkan luar biasa. Dari aspek kenyamanan diri dan ketenangan fikiran, akan terganggu oleh ramai nya pendakian.

2. Kapasitas Camp Terbatas

Sumber Gambar : Suarasurabaya.net

Saat hari libur, banyak orang yang mendaki secara dratis. Tentu dengan banyaknya jumlah pendaki akan mempengaruhi camp ground yang akan didirikan. Bahkan rela tidak mendirikan camp, apabila area camp telah habis atau penuh dengan pendaki.

Coba kamu fikirkan lagi jika hendak mendaki saat liburan, hehe.

3. Resiko Kriminalitas Tinggi

Sumber Gambar : Detik.com

Saat hari libur, untuk melakukan pendakian adalah moment yang tepat, tapi perlu disadari bahwa pendakian akan ramai secara drastis, bahkan dengan ramai nya pengunjung, tidak ada satu pun yang dikenal, bahkan resiko kehilanggan barang sangat tinggi.


Inilah dinamika pendakian gunung di Indonesia yang menjadi trending dilkalangan media sosial, pendakian yang berlebihan dan tidak teratur ini sering kali menjadi bahan candaan oleh warganet. Bahkan para pendaki asal Indonesia, masih sering merusak lingkungan hidup dengan membuang sampah sembarangan dan tidak mau mengikuti aturan-aturan dari pihak kehutanan.


Sekedar wawasan dari saya, apabila anda berkenan silahkan dicoba, dan apabila anda tidak berkenan tidak apa-apa. Karena mendaki memiliki prisipnya disetiap individu yang melakukan aktivitas kegiatan. Semoga dengan artikel ini bisa membantu

2 comments

Tinggalkan Balasan