Semeru, banyak yang hafal mungkin dengan nama ini, apalagi ini merupakan nama yang sering masuk televise maupun di akun sosmed nya para artis tanah air. Ke-semeru pasti disebut mendaki. Dan berbeda dengan bromo, semeru tawarkan puncak nya yang konon di sebut sebagai puncak para dewa.

Mendaki gunung sekarang ini sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan.Tentang mendaki merupakan hobi seseorang manusia namun seiring berjalan nya waktu dari abad pertama hingga abad dua pulh kini, menuai kontroversi ,apa itu mendaki.

Kemarin bulan july saya bersama ,ketiga teman saya melakukan pendakian, di sebuah gunung tertinggi di pulau jawa yaitu semeru ,dengan ketinggian 3676 Mdpl.

Gunung ini terletak di kabupaten lumajang dan malang, probolinggo.Untuk mengakses pendakian ini harus melalui desa ranu pane , untuk menjangkau desa ranu pane bisa melalui Kecamatan Senduro dari arah Lumajang. Dan bisa melalui Kecamatan Tumpang dari arah Malang.

Ketika saya beranjak dari kos menuju ranu pane, setelag beberapa saat perjalanan, dan akhirnya nya berhenti kurang lebih satu jam saya habiskan untuk membeli bekal logistik di pasar tumpang, kabupaten malang. Guna untuk bertahan hidup. Setelah sampai di basecham dan pendakian dikemudian hari.

Hari pertama, memasuki  waktu siang hari, kami pun bergegas melakukan pendakian dari basecham ranu pane menuju danau ranu kumbolo. “Danau ranu kumbolo menyimpan berapa kisah mistik dan sangat kontroversi antara lain dengan, air suci bagi kaum hindu & air ranu kumbolo bekas perang antara dewa siwa dan dewa indra.”

Jalur untuk mengakses gunung semeru tidak lah sulit ,tetapi jalur untuk mengakses cukup lama ,sekitar 4jam sampai 5jam perjalanan.

Sesampai di ranu kumbolo saya beserta kawan saya langsung mendirikan tenda , dikarenakan waktu sudah larut malam, dan kami pun memasak makanan, karena perut sudah tidak bisa ditoleransi lagi wkwk

Hari Kedua, Pagi ini, dengan meminum kopi disertai rokok kretek yang menemani. sekitar beberapa waktu keluar tenda melihat gumpalan es yang melekat di atas fly set tenda,tentunya mengejutkan bagi saya ,persoalan nya ini gunung di asia tenggara bukan antartika atau kutub.

Setelah pagi berselang, dan berganti kepada siang, kami pun segera melakukan perjalanan menuju, pos pendakian gunung semeru yang terakhi yaitu pos kalimati.

Setelah beberapa saat berjalan keluar dari ranu kumbolo, terdapat hamparan lapangan yang luas, sebut aja oro-oro ombo. Melawati lapangan luas atau savana, membuat pendakian ini semakin berwarna.

Tak lama kemudian, setelah melewati oro-oro ombo, kami pun datang disebuah pos, cemoro kandang. Berhenti sejenak membeli semangka yang di jual dengan harga tiga ribu per-biji nya.

Setelah berhenti, kami berjalan lagi menuju pos latar ombo, yang memerlukan satu jam perjalanan dari cemoro kandang.

Tak lama kemudian kami, sampai dipos latar ombo, tetapi kami tidak berhenti begitu saja, dan melanjutkan perjalanan meuju pos terakhir yaitu kalimati.

Setelah lima jam berjalanan dari ranu kumbolo dengan melewati dua pos, dan berakhir di pos kalimati, sungguh sangat berkesan. Selepas sampai kami pun segera, menyiapkan amunisi untuk mengisi energi yang sudah terpakai.

Malam pun tiba, dan ditengah mala ini, kami menyiapkan makanan dan perlengkapan sebelum menuju puncak. Tak lama kemudian, persiapan dan makanan, sudah jadi. Dan akhirnya melihat kondisi fisik kami, lalu kami memutuskan untuk berjalan menuju puncak gunung semeru, pada jam satu pagi dini hari.

Selama lima jam berjalan di tanjakan yang cukup vertical ini, sangat melelahkan dan luarbiasa, kami banyak berhenti dan meminum air dan makan roti.

Selepas itu, ada sebuah kebahagiaan yang kami dapatkan, dengan bendera didepan mata dan kesejukan hati melihat kawah jongiring soloko, kami tiba dipuncak pada pukul lima pagi.

1 comment

Tinggalkan Balasan