Pada bulan Agustus tahun 2020, saya Muhammad Rifki Kurniawan, ingin menuliskan karya saya untuk negeri. Dalam Analogi puisi berjudul #Indonesiasekalilagi.

Pada kesempatan ini, saya ingin beromantisme tentang orde lama yang berjuang untuk kemerdekaan. Tidak hanya itu, bahkan saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk belajar tentang sejarah dan tidak melupakan nya (tapi sejarah nya tidak dibuat oleh penguasa). Selamat Membaca


#Dibalik Namamu

Katakan lah hari ini dan nanti
mulai esok dini hari
bangkitlah rupa rupa yang tak takut mati
berdiri, kepalkan tangan kiri

Bung karno disana ia berdiri
dan para menteri juga tak sendiri
disisi timur bung tomo bersuara
disisi barat ada cut nya dien bergema

Sebenarnya kita itu kuat seperti api
yang menyala membakar tak henti henti
kau, aku, kita, tapi tidak dengan mereka
tangan mu juga tangan ku
nadi mu juga nadi ku
ingat merdeka atau mati

#Tangis keluarga

fajar pagi berdiri gagah ia menyinari
para rakyat pada bersenyembunyi
ada sosok belanda berkeliling berpatroli
sekali nampak ia pergi

Tak lama waktu dengan menyerbu
Diponegoro ambil senjata itu
tancapkan diseluruh penjuru
teriak sang pejuang.. ini negeriku

#Atas nama Indonesia

Sebenarnya yang sebaliknya
para pejuang yang kaku
seribu harap kepada pendahulu
kau ada tapi kau tak tahu

Kala itu sore menjelang malam
seorang pemuda dengan berani
membawa kain mengambil orang
ia bung karno

Pagi hari nya
tak menunggu lama
pemuda itu medesak kepada presiden
wahai presiden kita ingin menang

Diantara bendera belanda
wajah wajah kota berubah gembira
kau tahu itu bung karno
ambil mic itu suarkan

Bung karno berdiri
sambil berkata dihadapan mic
suara lantang nya terdengar luas
proklamasi, bebaslah kita dari imprealis

1 comment

Tinggalkan Balasan