Tak tahu kenapa pria itu mencintai perempuan itu, sedangkan ada perempuan yang ingin mencintai pria itu. Beberapa waktu lalu, dibelahan bumi sana. Panggil aja dia roy Mahasiswa Sastra Indonesia dan kedua perempuan itu bernama, Nunu mahasiswa psikologi dan ovi Mahasiswa Bahasa Inggris.

Baca Juga : Kisah Mendaki Gunung Penanggungan

Kedua perempuan itu sama-sama dari kampus yang sama. Dan si pria juga sekampus dengannya. Tetapi di waktu yang kurang baik. Memang si roy menjalin pertemanan diantara kedua belah pihak itu. Pertemanan yang sangat mesra hingga menunjukan tidak seperti teman biasa.

Kala itu di halaman kampus, si roy sedang asyik berjalan menuju kelas, sebelum itu dia melakukan chat dengan si ovi, memang si ovi belum pernah bertemu dengan roy, begitu juga dengan roy yang belum pernah bertemu dengan ovi.

Sepanjang jalan pada saat roy berjalan menuju kelas, tak disangka ada ovi di perpustakaan memandangi roy yang asyik sendirian. Seketika itu pada saat roy masuk kelas hp roy berbunyi.

Chat Whatapps ;

Dari Ovi : Aku tahu kamu orang nya kek apa, pakai kacamata sama pakai kemeja dan tote bag. Kamu orang nya berkulit kuning dengan lesung pipit di wajah. Aku baru tahu hehe.

Dari Roy : Iya, kamu tadi dimana ya ? kok tahu aku ?

Dari Ovi : Tadi, aku diperpus, eh tadi kamu di ghibahin temen ku loh, katanya kamu cakep.

Dari Roy : Cakep karena abis mandi, jadi agak kinclong dikit hehe.

Angin lewat dari timur menembus pohon dan juga gedung-gedung kota. Burung bernyayi hari semakin manis. Si roy akhirnya menyadari semenjak saat itu dia memiliki perasaan kepada si ovi.

Begitu juga si ovi yang sama-sama memiliki perasaan kepada si roy. Tetapi mereka belum sempat bertemu apalagi berdua.

Demi masa, saat hujan tiba di kota yang menjadikan dingin seketika itu. Si roy mengenal nunu, seorang perempuan jawa yang menetap di kalimantan tapi sekarang dia Mahasiswa di Jawa.

Nunu itu orang nya, berkulit kuning langsat khas (seperti keturunan jepang) dengan alis yang sedikit tebal, mata yang sipit, tapi dia kurus, karena pola makan nya yang tak teratur.

Berbeda dengan ovi, malah si roy mengenal si nunu lebih cepat. Mereka sempat berdua an, nongkrong, keluar malam, makan bareng.

Sangat mesra mereka berdua. Tapi si nunu berda dengan ovi yang penyabar dan welas asih. Si nunu orang nya tidak bisa diabaikan, jika diabaikan sedikit saja, dia pasti akan ngambek, binggung.

Seperti pasien rawat jalan yang sedikit ada gangguan mental, setiap roy suka dengan hal yang disukai, berbalik dengan ketidak-sukaan si nunu terhadap kesukaan roy.

Si nunu : mas, jangan kek gitu lah, aku lo gak enak nanti.

Si roy : eh ini kesukaan ku loh, jika kamu gak suka gapapa lah.

Memang si nunu sedikit sakit mental, dia mudah banget stress, bingung dan tak tahu arah kalo si roy tidak sependapat dengan nya.


Waktu demi waktu berlalu, akhirnya si roy tidak tahan dengan perlakuan si nunu yang sewenang-wenang. Si roy lebih memilih si ovi meski belum pernah bertemu

Dan si roy akhirnya sadar, bahwa cinta juga ada kecocokan dan penyusuaian, disitulah perjuangan cinta dimulai.

Seperti angin badai datang dengan gagah, seperti hujan yang membasahi setiap yang ada. Si roy tetap yakin kepada pilihan nya yang akhir.

#Bersambung

4 comments

Tinggalkan Balasan