Terpaku kesedihan, air mata dan wajah yang muram. Hari-hari itu cepat sekali berlalu. Dari bersua bersama, debat hingga saling membenci satu sama lain. Kita terpisah soal waktu dan tanggung jawab. Kata hati sudah hanyut dalam kenangan, kemarin dan sepanjang waktu bersama.

Dilingkaran pers mahasiswa, sebagai Pemimpin Umum, LPM Didaktik. Saya merasakan itu. Terasa baru kemarin, menjabat dan bersama duduk diskusi, kita menyudahi waktu-waktu indah itu saat ini. Terkesan memalukan dan tidak berwibawa, tapi saya bodoh amat soal itu, sebab dunia ini tentang kasih sayang dan perjuangan.

Pers Mahasiswa yang ku bawa selama 1tahun lamanya dalam 1periode jalannya, rasanya sangat menyedihkan sekali bagi saya, dan kawan-kawan.

Dengan beberapa peristiwa, kejadian selama dilapangan, kita mungkin akan bertemu tidak seperti kemarin, dikala rapat, diskusi, dan aksi. Kita akan berpisah jauh dan tidak sama lagi.

Terutuk kamu, para pejuang dan pengurus di periode ku, terimakasih atas semua lelahmu, sedihmu, pengorbananmu, semoga kita selalu berbahagia dijalan hidup masing-masing. Dari saya, terimakasih.

1 comment

Tinggalkan Balasan