Bendungan Selorejo, Ngantang – Kemarin pada saat hari yang membiru tanpa tangisan langit. Dalam penghujung kata dalam setiap harapan. Sabtu, 26 September 2020. Dalam setapak hidup. Ngantang adalah nama salah satu kecamatan yang aku tuju. Sebuah tempat yang terletak di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Desa dalam kerinduan, diantara gunung-gunung yang besar melingkari desa itu. Tempat yang sungguh indah.

Baca Juga : Puisi | Edisi September Oleh M Rifki Kurniawan
Sungai di Malang Jawa Timur

Meneliti hati dari sifat dengki, melihat setiap air dalam hakikat rindu. Bahkan sosok Soe Hok Gie, berkata “Kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu, palsu.” Mengapa berkelana ini penting. Atas setiap gundah fikiran dan kemunafikan dikota. Sedikit hal yang bahagia yang lain hanya materi.

Pesona Desa di Malang tepat nya di Ngantang

Sebuah harapan melihat air yang tertampung dalam keberagaman duniawi. Ngantang sajikan kebaikan hati dari setiap keberanian hidup yang jujur. Dengan menerima satu sama lain, terutama cinta.

Baca Juga : Kisah Mendaki Gunung Penanggungan

Di Tengah-tengah kecamatan Ngantang ini dibangun sebuah waduk Selorejo yang bertujuan untuk menampung sungai Konto, anak sungai Brantas, dan sungai Kwayangan agar mencegah banjir. pada saat Selorejo juga berfungsi untuk wisata, budidaya perikanan, irigasi, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Waduk dirintis pada tahun 1963 dan pembangunannya baru selesai pada 1970, dan langsung diresmikan oleh Presiden Suharto pada tanggal 22 Desember 1970.Waduk Selorejo ini sekarang dikelola oleh Perum Jasa  Tirta. salah satu BUMN yang berlokasi di Malang.

Bendungan Selorejo  Ngantang

Dari PLTA Waduk Selorejo ini dihasilkan Listrik yang sanggup mengalirkan listrik kepada penduduk kecamatan Ngantang. Penduduk Ngantang memanfaatkan waduk untuk mengairi sawah-sawah yang berada di sekitar waduk Selorejo tersebut. tak hanya itu, banyak penduduk dari luar ngantang juga memanfaatkan waduk selorejo sebagai arena memancing gratis. jadi jangan heran, jika anda berjalan-jalan di sekitar waduk Selorejo. anda akan akan banyak menemukan para pemancing di setiap sudut waduk Selorejo. tak jarang, para penghobi mancing sering bermalam di pinggir-pinggir waduk selorejo dengan menjadikan payung sebagai atapnya, sarung-sarung sebagai selimutnya.

Dari kisah kemarin, semoga bisa bermanfaat bagi sesama.

Leave a Reply