Mendaki gunung sekarang sudah menjadi gaya baru di era tahun 2000an. Sebabnya, dari kalangan artis hingga selebgram juga gemar mendaki gunung. Tak hanya itu, eksistensi media seperti instagram juga berpengaruh untuk mendoktrin setiap kaum milenial akan keindahan pemandangan dan hal yang menarik.

Baca Juga : Aku Rindu Alam Yang Asri dan Hijau

Ada sebuah kata-kata yang sering di jumpai para pendaki yaitu;

“mendaki lah karena dengan itu kamu akan mengenal sifat kawanmu”.

Fenomena mendaki gunung sudah terlalu cepat. Hingga membludaknya jalur pendakian dari yang sepi menjadi ramai, bahkan gunung terkesan seperti pasar yang ramai banyak orang jualan makanan. Maka setiap fenomena ini bukan lagi hal yang biasa melainkan luar biasa.

Ingatlah kawan, banyak satwa maupun flora yang hidup di hutan sana. Tetapi jarang pendaki peduli mengenai hal itu. Justru sekarang, pihak pengelola hutan sendiri malah membukakan jalur pendakian yang baru. Jika difikir-fikir kembali, jalur  yang di buka pasti akan memotong pohon dan tumbuhan, tak hanya itu, tumbuhan yang di potong pasti jarang orang tahu jenisnya. Sangat miris bukan ?

Disetiap gunung di Indonesia, pasti memiliki jalur pendakian nya. Namun satu gunung memiliki jalur lebih dari satu. Tentu ini akan berdampak secara ekologis lingkungan hidup, sebagaimana makhluk hidup yang berada digunung sudah tidak bisa berkeliaran seperti dahulu.

Baca Juga : Jangan Mendaki di Hari Libur Nasional

Sekarang, angka kematian digunung sangatlah tinggi dan jarang pendaki yang mengamalkan istilah “Pecinta Alam”. Dari 2tahun terakhir di setiap pendakian berlangsung, telah memakan banyak korban jiwa. Disisi lain, alam juga rusak dengan sampah-sampah yang disebabkan pendaki yang sewenang—wenang. Memang ini tidak bisa di salahkan kepada pihak mana pun, dari kekurangan pengetahuan pecinta alam, hingga pengetahuan medis.

Ya mau gimana lagi, sekarang, siapa sih yang gamau fotonya bagus ? pasti mau semua kan. Apalagi kalo kencan sama doi diatas gunung. Perlu kita ingat, bahwa gunung di Indonesia telah mengalami banyak kasus, terutama dengan kera yang mengambil makanan pendaki dan babi hutan yang menjadi maling. Itu mengapa, sekarang pendakian tidak mencontohkan media pengetahuan pecinta alam dengan benar. Malah menjadikan sebuah kenyamanan setelah bosan kerja ataupun pelampiasan fikiran.

5 comments

Leave a Reply